A. Latar Belakang
Open Source Software
menjadi sangat menarik dan dianggap sebagai fenomena baru dari keseluruhan
ruang lingkup Teknologi Informasi. Fenomena Open Source Software bukan cerita
baru maskipun beberapa tahun belakangan ini, hal ini target media masa.
Dampak dari teknologi Open Source diharapkan
mendapat perhatian dari industry software, dan dalam lingkungan keseluruhan.
Banyak orang percaya bahwa dampak dari Open Source Software dalam industri
teknologi Informasi dan lingkungan pada umumnya akan membesar.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan
diatas,maka kami mengajukan tema makalah mengenai ” Free Software / Open Source Software”.
B. Perumusan Masalah
Dalam penulisan
ini kami akan membahas hal - hal yang berhubungan dengan Open Source seperti :
1.
Sejarah dari munculnya Open
Source Software
2.
Definisi dari Open Source
Software
3.
Keuntungan dan kerugian dari
Open Source Software
4.
Lisensi dari Open Source
Software
Sejarah Open Source Software
Awalnya ketika IBM menjual komputer
komersial large scale pertama pada tahun 1960, IBM muncul dengan beberapa
software yang free, maksudnya adalah secara bebas ( freely ) dibagikan diantara
pengguna, mulai dari source code dan kemudian improvisasi dan modifikasi. Pada
akhir tahun 1960 an, situasi mulai berubah setelah IBM Software mulai
mempaketkan software dan pada pertengahan tahun 1970 an, software mulai terbiasa dengan non-free
software dimana menyebabkan user tidak diijinkan untuk mendistribusikan
software, sorce code yang tidak disediakan sehingga user tidak dapat
memodifikasi program ( software ).
Pada akhir
tahun 1970 an serta awal tahun 1980 an, 2 grup yang berbeda mulai terbentuk
dengan berdasarkan Open Source Software yaitu :
a. Pesisir timur US, Richard Stallman, seorang
programmer formal MIT AI lab, mengundurkan diri dan meluncurkan GNU Project dan
Free Software Foundation. Tujuan pokok dari GNU Project adalah membangun Sistem
Operasi yang Free ( gratis ) dan Richard memulainya dengan coding dari beberapa
programming tools ( compiler, editor ,dll ). Sebagai tools yang legal, GNU
General Public License ( GPL ) didesain bukan hanya untuk menjamin bahwa
software yang dihasilkan GNU tetap free, tetapi juga untuk mengembangkan
produksi dari free software. Dari segi filosofi, Richard Stallman juga menulis
GNU manifesto, mulai dari ketersedianan source code dan kebebasan untuk
mendistribusikan serta memodifikasi software adalah azas yang mendasar.
b. Pesisir barat US, Computer Science Research
Group ( CSRG ) dari Universitas California di Barkeley tengah mengembangkan
system Unix dan membangun sejumlah aplikasi yang kemudian dikenal dengan “ BSD
Unix “. Usaha ini didanai penuh oleh
DARPA ( secara kontrak ) dan jaringan komunitas hacker Unix diseluruh dunia membantu dalam debugging,
maintain serta improvisasi system. Selama beberapa waktu, software tidak
didistribusikan diluar komunitas holders dari lisensi AT&T Unix. Tetapi
pada akhir tahun 1980 an, software akhirnya didistribusikan dibawah lisensi
BSD, satu dari lisensi open source pertama. Sayangnya, setiap kali user dari
BSD Unix memerlukan lisensi AT&T Unix, sejak beberapa bagian dari kernel
dan sejumlah utility penting, yang diperlukan untuk usable system tetap menjadi
non-free software ( rahasia ).
Sepanjang
tahun 1980 an sampai awal 1990 an, software open source melanjutkan perkembangannya,
dimulai dari beberapa grup yang terisolasi. USENET dan internet
membantu dalam upaya pengkoordinasian
antar Negara dan membangun komunitas user yang kuat. Seceara perlahan, banyak
software yang telah dikembangkan mulai beritegrasi. Hasil dari integrasi itu, lingkungan
yang lengkap dapat dibangun pada UNIX sebagai penggunaan software open source.
Pada banyak kasus, system administrator mulai mengganti tools standar dengan
GNU Program. Pada saat itu, banyak aplikasi yang mulai menjadi yang terbaik
(utiliti UNIX, compiler dll ).
Sepanjang tahun 1991-1992, keseluruhan ruang lingkup software open source
dan pengembangan software pada umumnya, telah mulai berubah. 2 kejadian menarik
yang terjadi walau berbeda komunitas :
1.
Di California, Bill Jolitz mengimplementasikan
bagian yang gagal menjadi distribusi Net/2, sampai dengan siap berjalan pada
mesin i386. Net/2 adalah hasil upaya CSRG untuk menghalangi ” BSD Unix ” ( free
code dari hak cipta AT&T ). Bill menyebut hasil pekerjaannya dengan 386BSD
dan secara cepat lebih disukai dibandingkan dengan BSD dan komunitas Unix.
386BSD tidak hanya terdiri dari kernel tetapi juga utilitas lainnya, yang
membuat sistem operasi yang lengkap. Pekerjaan ini di dilengkapi dengan lisensi
BSD yang mana ikut membuatnya menjadi software ber-flatform gratis. 386BSD juga
terdiri dari free software dengan lisensi lainnya ( sebagai contoh GNU Compiler
).
2.
Di Finlandia, Linus Torvalds, pelajar computer
science, tidak senang dengan Minix milik Tanenbaum, mengimplementasikan linux
kernel versi pertama. Kemudian, banyak orang mulai berkolaborasi untuk membuat
kernel ini menjadi lebih berguna dan menambahkan banyak utility untuk
melengkapinya menjadi GNU/Linux, sistem operasi real. Kernel linux dan aplikasi
GNU yang digunakan dillindungi oleh GPL.
Tahun 1993, GNU/Linux dan 386BSDmenjadi flatform yang stabil. Sejak itu,
386BSD mulai berkembang menjadi keluarga dari sistem operasi berdasarkan BSD (
NetBSD, FreeBSD, OpenBSB ), dimana kernel linux berkembang dan mulai digunakan
pada distribusu GNU/Linux ( Slackware, Debian, Red Hat, Suse, Mandrake dan
lainnya ). Tahun ini pula munculnya GNOME dan KDE, yang digunakan sebagai
projek yang digunakan untuk kualitas yang tinggi.
Akhir tahun 1980 an, adalah tahun
yang menyenangkan dimana mulai respek terhadap software open source. System
open source berdasarkan GNU/Linux atau BSD mulai mendapat sambutan public dan
menjadi alternative riil bagi pemilik system, bersaingan frontal dengan
pemimpin pasar saat itu ( seperti Windows NT Server ).
Definisi Open Source
Tidak mudah untuk
mendefinisikan kata Open Source Software hanya dalam beberapa kata, hal ini
dikarenakan banyaknya kategori dan variant yang masih ada. Tetapi hal ini tidak
terlalu rumit karena ide dasarnya adalah simple.
·
Ide Umum Open Source Software
Dalam bahasa inggris, free software memiliki
arti yang ambigu,dari kata free itu sendiri yang dapat berarti bebas atau
gratis. Oleh sebab itu, kita akan menggunakan konsep Open Source berdasarkan kebebasan user dalam menggunakan,
pendistribusian dan lainnya serta software gratis ( tanpa biaya ).
Feature utama dari karakteristik free (
Open Source ) adalah kebebasan dari user untuk :
-
menggunakan
software sesuai keinginannya, untuk apapun yang mereka inginkan, pada beberapa
komputer dalam situasi yang tepat secara teknis.
-
Memiliki software yang tersedia
sesuai kebutuhan. Tentu saja
meliputi improvisasi, perbaikan bugs, memperbesar
fungsinya dan dokumentasi pengoperasiannya.
-
Mendistribusikan
software kepada user lainnya, untuk digunakan berdasarkan kebutuhannya.
Pendistribusian bisa saja free, atau dengan biaya .
Keuntungan dan kerugian dari Open Source Software
Motivasi dari
penggunaan dan pengembangan open source software beraneka ragam, mulai dari
filosofi dan alasan etika sampai pada masalah praktis. Biasanya, keuntungan
yang dirasa pertama dari model open source adalah fakta bahwa ketersediaan open
source diciptakan secara gratis atau dengan biaya yang rendah.
·
Keuntungan Open Source Software
Beberapa
karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan keuntungan :
a.
Ketersedian source code dan hak
untuk memodifikasi
Ini merupakan hal
yang penting. Hal ini menyebakan perubahan dan improvisasi pada produk
software. Selain itu, hal ini memunculkan kemungkinan untuk meletakan code pada
hardware baru, agar dapat diadaptasi
pada situasi yang berubah-ubah, dan menjangkau pemahaman bagimana sistem itu
bekerja secara detail.
b.
Hak
untuk mendistribusikan modifikasi dan perbaikan pada code
Hal ini merupakan
titik perbedaan Open Source Software dengan Free Software. Pada kenyataannya, hak pendistribusian diakui
dan merupakan hal yang umum, ini adalah hal yang berpengaruh bagi sekumpulan
developer ( pengembang ) untuk bekerja bersama dalam project Open Source
Software.
c.
Hak
untuk menggunakan software
Ini merupakan
kombinasi dari hak pendistribusian, menjamin ( jika software cukup berguna ) beberapa
user yang mana membantu dalam menciptakan pasar untuk mendukung dan
berlangganan software. Hal
ini juga membantu dalam improvisasi kualitas dari produk dan improvisasi secara
fungsi. Selain itu akan menyebabkan sejumlah user untuk mencoba produk dan
mungkin menggunakannya secara regler.
·
Kerugian Open Source Software
Beberapa
karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan keuntungan :
a.
Tidak ada garansi dari
pengembangan
Biasanya terjadi ketika sebuah project
dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan, memunculkan
celah awal ketika sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih
dalam pembangunan.
b.
Masalah
yang berhubungan dengan intelektual property
Pada saat ini,
beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini
sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan
masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap
bersalah dalam pelanggaran intelektual property.
c.
Kesulitan
dalam mengetahui status project
Tidak banyak iklan
bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung
ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.
Lisensi dari Open Source Software
Beberapa lisensi umum pada open source software yaitu :
a. BSD ( Berkeley Software Distribution
)
Secara ringkas, pendistribusian dapat
dilakukan sepanjang berhubungan dengan software, meliputi penggunaan propierty produk.
Pencipta hanya ingin pekerjaan mereka dikenali dan tanpa memerlukan biaya.
GPL ( GNU General Public Licence )
Ini adalah lisensi bagi software yang bernaung dalam distribusi GNU
Project. Saat ini masih dapat kita jumpai / menemukan
banyak software yang tidak berkaitan dengan GNU Project. GPL secara hati-hati
didesain untuk mempromosikan produk dari free software dan karena itu, secara eksplisit melarang
beberapa tindakan pada software yang dapat merusak integrasi dari GPL software
pada program proprietary ( kepemilkan ). GPL berdasar pada UU Internasional
yang menjamin pelaksanaannya.
b. MPL ( Mozilla Public Licence )
Ini adalah lisensi yang dibuat oleh
Netscape dalam mendistribusi code dari Mozilla, versi baru dari navigator
jaringan. Banyak respek yang mirip dengan GPL tetapi lebih berorientasi pada
perusahaan level enterprise.
c. Lainya seperti : Qt ( oleh Troll-Tech ), X Consortium dll