Bagaimana membuktikan bahwa Bumi mengelilingi Matahari, dan bukan
sebaliknya?
Bukti pertama, adalah yang ditemukan oleh James Bradley
(1725). Pak Bradley menemukan adanya aberasi bintang.
Apa itu aberasi bintang? Bayangkan kita sedang berdiri ditengah-tengah
hujan, dan air hujan jatuh tepat vertikal/tegak lurus kepala kita. Kalau kita
menggunakan payung, maka muka & belakang kepala kita tidak akan terciprat
air bukan? Kemudian kita mulai berjalan ke depan, perlahan-lahan & semakin
cepat berjalan, maka seolah-olah air hujan yang tadi jatuh tadi, malah membelok
dan menciprati muka kita. Untuk menghindari-nya maka kita cenderung
mencondongkan payung ke muka. Sebetulnya air hujan itu tetap jatuh tegak lurus,
tetapi karena kita bergerak relatif ke depan, maka efek yang terjadi adalah
seolah-olah membelok dan menciprat ke muka kita.
Demikian juga dengan fenomena aberasi bintang, sebetulnya
posisi bintang selalu tetap pada suatu titik di langit, tetapi dari pengamatan
astronomi, ditemukan bahwa posisi bintang mengalami pergeseran dari titik
awalnya, pergeseran-nya tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menunjukkan
bawha memang sebenar-nya lah bumi yang bergerak.
Mari kita tinjau Gb.1.

Aberasi terjadi jika pengamat adalah orang yang berdiri
ditengah hujan, dan arah cahaya bintang adalah arah jatuhnya air hujan.
Kemudian pengamat bergerak tegak ke muka, tegak lurus arah jatuhnya hujan. S
menyatakan posisi bintang, E posisi pengamat di Bumi. Arah sebenarnya bintang
relatif terhadap pengamat adalah ES, jaraknya tergantung pada laju cahaya.
Kemudian Bumi BERGERAK
pada arah EE’ dengan arah garis merepresentasikan lajunya. Ternyata pengamatan
menunjukkan bahwa bintang berada pada garis ES’ alih-alih ES, dengan SS’
paralel & sama dengan EE’. Maka posisi tampak binang bergeser dari posisi
sebenarnya dengan sudut yang dibentuk antara SES’.Jika memang Bumi tidak
bergerak, maka untuk setiap waktu, sudut SES’ adalah 0, tetapi ternyata sudut
SES’ tidak nol. Ini adalah bukti yang pertama yang menyatakan bahwa memang Bumi
bergerak.
Bukti kedua adalah paralaks bintang. Bukti ini diukur
pertama kali oleh Bessel (1838). Paralaks bisa terjadi jika posisi suatu
bintang yang jauh, seolah-olah tampak ‘bergerak’ terhadap suatu bintang yang
lebih dekat. (Gb.2). Fenomena ini hanya bisa terjadi, karena adanya perubahan
posisi dari Bintang akibat pergerakan Bumi terhadap Matahari. Perubahan posisi
ini membentuk sudut p, jika kita ambil posisi ujung-ujung saat Bumi mengitari
Matahari. Sudut paralaks dinyatakan dengan (p), merupakan setengah pergeseran
paralaktik bilamana bintang diamati dari dua posisi paling ekstrim.

Bagaimana kita bisa menjelaskan fenomena ini? Ini hanya
bisa dijelaskan jika Bumi mengitari Matahari, dan bukan kebalikannya.Bukti
ketiga adalah adanya efek Doppler.
Sebagaimana yang telah diperkenalkan oleh Newton, bahwa
ternyata cahaya bisa dipecah menjadi komponen mejikuhibiniu, maka pengetahuan
tentang cahaya bintang menjadi sumber informasi yang sahih tentang bagaimana
sidik jari bintang (baca tulisan saya tentang ‘fingerprint of the
star’)
. Ternyata pengamatan-pengamatan astronomi menunjukkan bahwa banyak perilaku
bintang menunjukkan banyak obyek-obyek langit mempunyai sidik jari yang tidak
berada pada tempat-nya. Bagaimana mungkin? Penjelasannya diberikan oleh Bpk.
Doppler (1842), bahwa jika suatu sumber informasi ‘bergerak’ (informasi ini
bisa suara, atau sumber optis), maka terjadi ‘perubahan’ informasi. Kenapa
bergeraknya harus tanda petik? Ini bisa terjadi karena pergerakannya dalah
pergerakan relatif, apakah karena pengamatnya yang bergerak? Atau sumber-nya
yang bergerak?
Demikian pada sumber cahaya, jika sumber cahaya mendekat
maka gelombang cahaya yang teramati menjadi lebih biru, kebalikannya akan
menjadi lebih merah. Ketika Bumi bergerak mendekati bintang, maka bintang
menjadi lebih biru, dan ketika menjauhi menjadi lebih merah.
Dengan demikian ada tiga bukti yang mendukung bahwa memang
Bumi bergerak mengitari matahari, dari aberasi (perubahan kecil pada posisi
bintang karena laju Bumi), paralaks (perubahan posisi bintang karena perubahan
posisi Bumi) dan efek Doppler (perubahan warna bintang karena laju Bumi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar